Musik

Senin, 16 Desember 2013

Seorang Gamer Tewas Karena Diablo 3!


















Sebagai sebuah hobi, gaming memang menjadi kegiatan menyenangkan yang adiktif, apalagi bagi kita yang gamer. Pengalaman interaktif yang dibalut dengan atmosfer menegangkan yang senantiasa memacu adrenalin memang menjadi sarana menghabiskan waktu yang paling efektif. Pengalaman ini semakin kuat ketika kita berhadapan dengan game-game yang tidak dapat berakhir seperti MMORPG, misalnya. Konsep reward dan quest yang tanpa akhir akan terus menarik para gamer untuk terus duduk di depan layar monitor. Akibat terburuk yang dapat muncul darinya? Kematian!
Apapun yang berlebihan selalu berakhir dengan sesuatu yang buruk. Hal ini yang mungkin seharusnya diajarkan kepada remaja Taiwan bernama Chang  ini. Tidak ada yang mengira bahwa ia akan meregang nyawa ketika ia menyewa sebuah kamar kafe internet dan bermain Diablo 3 selama 40 jam tanpa henti. Setelah tidak keluar dari kamar selama dua hari, ia ditemukan dalam posisi tertidur oleh pegawai kafe setempat. Sempat berjalan beberapa langkah setelah dibangunkan, ia kemudian jatuh begitu saja. Hasil autopsi menyebutkan bahwa Chang tidak mengkonsumsi makanan apapun selama 2 hari memainkan Diablo 3 ini. Akibat tewasnya? Gangguan pernapasan diduga menjadi penyebab utama.
Your soul is mine!
Ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua, para gamer yang memang mudah sudah sekali untuk terserap dalam sebuah video game dan melupakan hal lain. Berambisi untuk menyelesaikan sebuah game secepat dan sebaik mungkin memang menyenangkan, namun  bukan berarti tidak menyisihkan waktu untuk beristirahat dan mencari makanan. Meninggal hanya gara-gara bermain game? Not something that good enough to die for..

GTA: San Andreas Versi Mobile Akhirnya Dirilis!

gta san andreas
 Tak dapat dipungkiri bahwa Grand Theft Auto adalah salah satu game open world terpopuler di dunia. Setelah sukses di konsol, Rockstar pun mulai melirik perangkat mobile.

Dua game GTA sebelumnya, yaitu GTA III dan GTA: Vice City, telah meluncur dan mendapat tanggapan positif baik untuk iOS maupun Android. Berharap meraih hasil serupa, Rockstar pun mengumumkan kehadiran GTA: San Andreas.
Seperti diketahui, GTA: San Andreas sejauh ini adalah yang tersukses dari semua seri lainnya. Bahkan, GTA: San Andreas menjadi software game dengan penjualan terbesar di konsol PlayStation 2.

Anda sudah bisa menikmati GTA: San Andreas versi mobile di iOS saat ini. Versi OS lain selain iOS akan menyusul kemudian.
Anda sudah bisa menikmati GTA: San Andreas versi mobile di iOS saat ini. Versi OS lain selain iOS akan menyusul kemudian.
Sayangnya untuk sekarang Rockstar baru merilis GTA: San Andreas versi mobile untuk platform iOS, dimana untuk Android, Amazon Kindle, dan Windows Phone akan menyusul kemudian.
Game ini bisa diunduh di App Store milik Apple dengan banderl USD 6.99. Perangkat yang bisa menjalankannya adalah iPhone 4S ke atas, iPad 2 ke atas, dan iPod Touch 5th generation. Untuk dapat melihat peningkatan grafis yang signifikan, gamer disarankan untuk memainkan GTA: San Andreas setidaknya di iPhone 5 dan iPad 4. Tertarik untuk kembali menjelajahi Los Santos?

10 Karakter Paling Kejam di Dunia Game

 
Sudah tidak menjadi rahasia jika game merupakan salah satu media yang paling efektif untuk menghadirkan sedikit keceriaan dalam hidup. Namun, tahukah Anda bahwa game dapat menjadi media yang paling tepat untuk menyalurkan emosi terpendam? Terlepas dari kontroversi dan silang opini yang seringkali mengemuka tentang efek positif game, beberapa penelitian memang menemukan bahwa video game dapat menjadi “terapis” bagi para pemainnya.
Insting memang tidak hanya berbicara tentang keinginan untuk memenuhi setiap aspek fisik untuk sekadar bertahan hidup, tetapi juga berbagai emosi yang menyertai setiap di dalamnya. Di dalamnya, ada agresivitas. Tetapi sayangnya, norma masyarakat membuat sisi agresivitas ini tidak boleh tersalurkan secara liar. Kita tidak bisa mengidamkan society layaknya sebuah film Fight Club akan terjadi di dunia. Oleh karena itu butuh media untuk menyalurkannya, termasuk video game di dalamnya.
Salah satu simbol agresivitas dalam video game yang paling jelas adalah pembawaan setiap karakter yang dihadirkan. Beberapa tampak seperti tanpa hati nurani dan yang lainnya tidak segan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara apapun. Tidak hanya itu saja, bukan hal yang asing lagi jika kita menemukan game dengan sistem permainan yang penuh darah, mutilasi, organ tubuh yang berceceran, atau sumpah serapah yang sangat merendahkan. Satu kata yang menggambarkan semaunya itu, Kejam.
Artikel ini tentu saja tidak dapat dijadikan dasar tentang pendapat umum para gamer mengenai problematika agresivitas dan kekejaman di dalam industri game. Perdebatan tentang masalah ini memang belum menemui ujung akhir penyelesaian dan sepertinya akan terus berlanjut. Satu hal yang menarik adalah fakta bahwa game yang menawarkan karakter dan gameplay yang penuh kekejaman memang tidak dapat dibantah. Apakah gamer menikmatinya? Sebagian besar mungkin jatuh cinta dengannya.
Dari semua game yang lahir dan dibentuk atas plot, karakter, percakapan, dan gameplay yang diisi kekejaman yang ekstrim, maka ada 10 karakter yang pantas diakui sebagai yang terkejam. Siapa saja?

10. Exoskeleton a.k.a Gray Fox (Metal Gear Solid)




Karakter ninja cyborg ini memang akan selalu abadi di ingatan para gamer, khususnya mereka yang menyenangi game fenomenal Metal Gear Solid. Gray Fox yang berselimutkan teknologi exeskeleton ini mampu bergerak dengan cepat dan menebas apa saja yang ada di depannya menggunakan dual pedang. Jika Anda melihat bukti kekejaman yang ia miliki, Anda bisa tanyakan pada mayat puluhan pasukan di Shadow Moses yang tersayat dengan efektif dan penuh darah. Kecepatan skill pedangnya yang dapat mementalkan peluru dan ketajaman nya yang dapat membelah apapun sudah cukup memberikan bukti. Tanpa banyak bicara, tapi efektif dalam menghancurkan.

9.  James Early Cash (Manhunt)




Tokoh utama dari franchise game kontroversial Manhunt ini tidak boleh dianggap remeh. Insting agresif nya membuat semua tindakan kekerasan yang ia lakukan hampir dikatakan efektif untuk menghilangkan nyawa, metode apapun dihalalkan, dan semuanya dilakukan tanpa ada sedikitpun rasa bersalah atau menyesal. Psikotik atau bukan, Cash adalah contoh karakter game yang dibangun tanpa unsur hati nurani. Darah menjadi pemandangan yang biasa.

8. Alex Mercer (Prototype)



Sulit menggambarkan Alex sebagai tokoh protagonis yang ideal dalam sebuah video game. Kemampuan supernya untuk menghancurkan setiap musuh yang berada di depan mata memang patut diacungi jempol, namun di sisi yang lain cukup membuat miris. Alex akan berusaha mati-matian mencari dalang di balik kekuatannya yang desktruktif, sayangnya dengan tidak memikirkan collateral damage yang mungkin ia hasilkan. Ia tidak segan “memangsa”, menyerap, menghancurkan, dan mengadu domba warga sipil yang tidak paham dengan masalah yang sedang terjadi. Cara-cara yang ia lakukan boleh dikatakan cukup mengerikan.

7. Sephiroth (Final Fantasy VII)



Tokoh antagonis utama dari Final Fantasy VII ini merupakan salah satu karakter game favorit saya sepanjang masa. Karakternya yang dingin dan terobsesi dengan balas dendam lewat kehancuran dunia membuktikan sisi jahatnya yang tak terbantahkan. Lantas apa yang akan membuat banyak gamer yang setuju tentang sisi kejam karakter ini? Kematian Aerith di tangannya adalah jawaban yang mungkin paling banyak dilontarkan. Sephiroth membunuh Aerith tanpa perasaan sama sekali, mehujam wanita yang dicintai gamer FF7 ini dengan masamune nya yang menembus jantung. Tangis para gamer adalah bukti paling kuat kekejaman Sephiroth. Apa yang membuatnya semakin menarik? Saya secara pribadi dapat mengerti alasan di balik kejahatan Sephiroth. Siapa yang tidak menginginkan kehancuran dunia, jika semua manusia di atasnya berusaha untuk memanfaatkan dan menghancurkan ibunya, Jenova?

6. Luca Blight (Suikoden 2)




Luca Blight tidak hanya tampil sebagai pemimpin yang lalim dan memerintah dengan tangan besi, namun juga terkenal sebagai yang mampu melakukan apa saja untuk meraih kemenangan. Membunuh rakyat biasa, mengorbankan mereka untuk menghidupkan Beast Rune, meratakan sebuah kota, bahkan termasuk meracuni ayahnya sendiri dan tertawa di atas mayatnya. Keinginan Luca untuk menjadi pemimpin tertinggi dunia memang akhirnya harus pupus setelah kalah dalam perperangan dan akhirnya terbunuh. Namun sesaat sebelum mati, Ia sempat mengucapkan kalimat yang sangat menggambarkan dirinya, “It took hundreds to kill me but I killed humans by the thousands. I am sublime!!! I am the true face of evil!!!!”. Luca adalah simbol kekejaman yang abadi di dunia Suikoden.

5. Origami Killer (Heavy Rain)




Origami Killer adalah musuh utama di game drama-interactive Heavy Rain. Walaupun saya sendiri sudah mengetahui identitasnya, namun sangat tidak etis untuk menuliskan namanya disini karena akan menjadi spoiler yang menyebalkan. Oleh karena itu, memanggilnya Origami Killer adalah pilihan yang paling tepat.
Untuk menebus masa kecilnya yang pahit, Origami Killer sangat terobsesi untuk mencari figur ayah yang mau berkorban untuk anaknya. Caranya? Ia akan menculik Anda anda, menawan mereka di sebuah bak bawah tanah, dan membiarkan bak itu perlahan-lahan terisi air hujan. Tidak hanya kemungkinan untuk tewas tenggelam, anak-anak ini juga rawan pada pneumonia dan hipotermia yang mungkin saja merenggut nyawa mereka sewaktu-waktu. Origami Killer menawarkan bagi setiap ayah dari anak-anak itu untuk menjalani rangkaian quest tertentu demi sebuah alamat dimana anaknya ditawan. Apa saja yang harus sang ayah lakukan? Menyetir di traffic ramai dengan berlawanan arah, memotong jari sendiri dengan peralatan seadanya, hingga membunuh orang lain. Origami Killer membuat Anda melakukan semua hal itu.

4. Semua Karakter di Mortal Kombat




Tidak ada game fighting yang mampu menjual brutalitas seperti Mortal Kombat. Game pertarungan ini memang membawa kita ke sebuah level kekejaman baru yang penuh dengan darah dan tubuh yang terpotong. Apalagi keinginan Netherrealm Studios untuk menghidupkan kembali franchise ini ke era next-gen patut diacungi jempol. Dengan kekejaman klasik Mortal Kombat dipadukan dengan details karakter, lingkungan, dan efek konsol masa kini, saya yakin kekejaman yang dihadirkan akan semakin mantap. Anda bisa menjadikan fatality milik Kung Lao untuk mendapatkan gambaran.

3. Makarov (Modern Warfare II)




Makarov memang menjadi karakter yang kontroversial sejak kehadirannya di Modern Warfare II. Penerus ideologi Zakhaev ini merupakan teroris yang tidak memandang nilai nyawa manusia sama sekali. Untuk memicu perang antara Amerika Serikat dan Rusia, ia tidak segan, bermodalkan senjata berat, menembaki ratusan orang sipil di bandara. Menembaki mereka tanpa ampun dan memastikan setiap dari mereka mati. Adegan yang sempat ditentang dan diprotes oleh banyak pihak ini memang sangat brutal dan tidak manusiawi.

2. Kratos (God of War)




Siapa tokoh protagonis utama yang paling kejam di dunia game? Saya kira banyak yang akan menjawab Kratos dan saya sangat setuju. Manusia setengah dewa di franchise God of Wars ini memang hidup dengan hanya satu alasan, balas dendam terhadap Zeus – ayahnya. Ia tidak segan membunuh siapapun yang berusaha menghalanginya, termasuk jajaran dewa-dewi Olympus sekalipun. Kita tidak hanya membicarakan adegan dimana Kratos mencabut kepala Helios dengan paksa untuk dijadikan senter belaka, tetapi juga “kesederhanaan” pikirannya yang egois. Ketika Kratos membunuh Poseidon, Helios, dan setiap dewa yang ada, Bumi semakin dekat dengan fase kiamat. Air bah, matahari yang tidak lagi bersinar, tornado besar, dan petir melanda bumi. Apakah Kratos berhenti karena kasihan melihat nasib semua manusia di dunia? Sama sekali tidak. Ia tetap ingin membunuh Zeus, apapun konsekuensinya, termasuk kehancuran bumi dan Olympus sekalipun.

1. Kefka (Final Fantasy VI)




Ada dua alasan mengapa saya memilih Kefka menjadi karakter game paling terkejam yang pernah ada. Alasan pertama, mungkin karena tawanya yang menyeramkan. Bayangkan saja, ia tidak segan untuk meracuni satu kota sembari tertawa penuh kesenangan. Apa ada yang lebih kejam, daripada kesenangan di atas penderitaan orang lain? Kesenangan tanpa penyesalan. Apa alasan yang kedua?  Alasan di balik keinginan badut ini menghancurkan dunia. Jika tokoh antagonis lain memiliki alasannya tersendiri untuk berbuat jahat – balas dendam hingga keinginan menguasai dunia, Kefka tampil berbeda. Ia ingin menghancurkan dunia karena ia ingin dan ia senang dengan kekosongan, atau dalam bahasa sehari-hari: Just for fun!

Dari semua game yang pernah saya mainkan, dengan didasarkan pada pilihan yang subjektif, saya memilih 10 karakter di atas sebagai yang terkejam. Jangan ragu untuk meninggalkan pendapat dan argumen tentang karakter game terkejam menurut versi Anda sendiri dan meninggalkannya di comment. Karena mungkin saja pengetahuan game saya yang terbatas membuat saya melewatkan beberapa karakter yang harusnya mendapatkan perhatian.

http://www.jagatreview.com/2011/04/10-karakter-paling-kejam-di-dunia-game/


Sabtu, 14 Desember 2013

Seperti Apa Teknologi Konsol di Tahun 2019?


Teknologi di masa modern ini memang berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, tidak terkecuali industri game. Dengan lahirnya game-game yang menuntut kemampuan perangkat keras yang lebih tinggi, para manufaktur konsol, secara perlahan dan pasti, terus berinovasi dan menelurkan generasi konsol selanjutnya. Mereka tentu dihadirkan dengan kekuatan dan kemampuan yang jauh lebih baik dibandingkan para pendahulunya. Pernakah Anda membayangkan kualitas seperti apa yang akan dihadirkan oleh penerus Playstation 3 dan XBOX 360? Bagaimana jika kita membayangkan sebuah konsol yang lahir dua generasi setelahnya? Inilah yang berusaha digambarkan oleh Nvidia.
Jika perangkat mobile saat ini saja begitu kuat dengan Nvidia Tegra 3, apa yang bisa dilakukan oleh teknologi yang lebih kompleks seperti konsol di masa depan? Nvidia berusaha memprediksikan hal tersebut. Menurut mereka, dalam beberapa tahun ke depan, konsol akan muncul dengan teknologi yang tidak jauh berbeda dengan kemampuan supercomputer saat ini. Mereka akan bekerja dengan kemampuan processing hingga puluhan teraflops. Wow! Tidak hanya itu saja, Nvidia juga yakin bahwa kemampuan ini akan datang dengan kebutuhan energi yang jauh lebih rendah, dalam kisaran ratusan watt saja. Walaupun terdengar seperti mimpi, harus diakui bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dalam inovasi.

Prediksi yang dilakukan oleh Nvidia ini tentu juga berperan sebagai visi dan misi yang berusaha mereka capai di masa depan. Sebagai gamer, kemampuan konsol yang jauh lebih baik tentu selalu hadir sebagai sebuah berita baik. Menikmati game dalam tampilan grafis yang lebih indah dan halus, serta inovasi gameplay yang mungkin tercipta darinya adalah surga bagi para gamer. Satu yang cukup memancing rasa penasaran. Jika di tahun 2019, konsol sudah mampu mencapai kemampuan supercomputer saat ini, bayangkan apa yang akan mampu dilakukan oleh PC! Bagaimana dengan Anda sendiri? Konsep seperti apa yang Anda bayangkan?

http://jagatplay.com/2011/12/news/seperti-apa-teknologi-konsol-di-tahun-2019/

Valve: Windows 8 Adalah Bencana – Saatnya Beralih ke Linux!

Siapa yang tidak mengenal nama besar Gabe Newell? Salah satu “dedengkot” Valve yang cukup dihormati ini memang selalu datang beragam kontroversi dan inovasi yang membuatnya menjadi tokoh idola di industri game. Terkait dengan layanan portal distribusi onlinenya yang kian populer – Steam, Newell secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Microsoft. Seperti yang sudah kita tahu, sebagian besar game yang tersedia untuk Steam saat ini memang lebih ditujukan untuk sistem operasi Windows, dengan porsi untuk Mac yang lebih kecil, dan Linux yang baru hendak mulai mendapatkannya. Sebuah pola distribusi yang menurut Newell, akan berubah di masa depan.
Gabe Newell menyatakan bahwa produk sistem operasi terbaru milik Microsoft – Windows 8 adalah sebuah bencana yang akan menghancurkan dunia PC. Walaupun tidak menjelaskannya alasannya, Newell yakin bahwa Windows 8 justru akan membuat banyak manufaktur PC angkat tangan dan keluar dari pasar platform ini. Oleh karena itu, Valve sedang mempersiapkan sebuah langkah “aman” agar terhindar dari krisis yang satu ini. Jawaban terbaik? Beralih ke Linux dan mempersiapkan agar 2.500 game yang kini tersedia Steam dapat berjalan dengan baik di sistem operasi yang satu ini.
“I think Windows 8 is a catastrophe for everyone in the PC space..” – Gabe Newell-
Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah ketakutan akan bencana Windows 8 seperti yang diutarakan oleh Gabe Newell ini cukup beralasan? Jika memang Valve akan menjalankan strategi yang satu ini, maka tidak tertutup kemungkinan jika Linux dapat tumbuh menjadi sistem operasi yang bahkan lebih populer daripada Windows di masa depan. Seperti yang sudah kita tahu, kompabilitas memainkan game-game teranyar selalu menjadi daya tarik yang membuat seseorang memilih sebuah platform dan sistem operasi. So, goodbye Windows 8?
http://jagatplay.com/2012/07/news/valve-windows-8-adalah-bencana-saatnya-beralih-ke-linux/

COD: Black Ops II Hadirkan Mode Zombie Campaign?



Zombie dan FPS kini seolah sudah menjadi dua entitas yang tidak dapat dipisahkan. Memegang senjata dan membunuh tentara musuh mungkin menyenangkan, namun tidak akan sebaik adrenaline rush yang dimunculkan dengan menghancurkan para mayat hidup ini. Hal juga berlaku untuk franchise FPS paling populer saat ini – Call of Duty yang juga menghadirkan mode ini setelah kesuksesan konsep serupa di Call of Duty: World at War. Bagaimana dengan seri terbaru – Black Ops II yang rencananya akan dirilis pada akhir tahun ini? Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya, zombie mode tetap akan hadir di seri ini. Berita baiknya? Ia bahkan dirumorkan akan hadir dalam bentuk campaign mode.
Activision memang belum memberikan keterangan lebih lanjut selain konfirmasi terakhirnya terkait zombie mode yang  satu ini. Namun listing yang dirilis untuk situs belanja – Amazon membantu memberikan sedikit gambaran. Berbeda dengan zombie-mode di seri COD terdahulu yang hanya berbentuk mini game, COD: Black Ops 2 dirumorkan akan membawanya satu level lebih tinggi – menyertakan perburuan mayat hidup ini untuk mode campaign. Belum jelas format seperti yang akan dihadirkan untuknya, namun beberapa rumor meyakini kehadiran mode New Game + yang mengubah semua musuh menjadi zombie.
Brains…brains…money..money..
Call of Duty: Black Ops 2 sendiri akan dirilis pada 13 November 2012 untuk PC, XBOX 360, dan Playstation 3.

http://jagatplay.com/2012/09/news/cod-black-ops-ii-hadirkan-mode-zombie-untuk-campaign/

Final Fantasy XIII-2: Playstation 3 VS XBOX 360


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya gamer berkesempatan untuk menjajal Final Fantasy XIII-2 secara langsung. Seri yang merupakan sekuel langsung dari FF XIII ini datang dengan plot, karakter, dan segudang fitur baru lainnya. Square Enix sendiri cukup optimis bahwa XIII-2 akan mampu menghadirkan pengalaman bermain yang berbeda, setidaknya cukup untuk menjadi penawar bagi kritik keras pada FF XIII. Game ini sendiri dirilis secara bersaman, untuk Playstation 3 dan XBOX 360.
Jika di seri pertamanya, Square Enix datang dengan perbedaan kualitas yang cukup siginfikan antara versi XBOX 360 dan PS 3, maka hal yang berbeda terjadi di XIII-2 ini. Sebuah situs Jepang bernama The Blog, melakukan komparasi head to head untuk memperbandingkan keduanya. Dari screenshot yang terlihat, keduanya datang dengan kualitas yang hampir serupa. Perbedaan visualisasi yang ditampilkan juga tidak kasat mata. Tidak percaya? Anda bisa melihatnya di gambar di bawah ini.







Playstation 3 hanya memiliki framerate yang sedikit lebih baik dan stabil dibandingkan versi XBOX 360. Details yang ditampilkan juga serupa. Satu hal yang menarik, berbeda dengan FFXIII pertama, FF XIII-2 tidak lagi hadir dalam multiple disc di XBOX 360, namun hanya satu disc. Namun, secara mengejutkan ia justru tampil dengan lebih maksimal. Untuk perbandingan secara live, Anda bisa menyimaknya di video perbandingan yang dilakukan oleh The Blog.
Jadi, jika Anda termasuk gamer beruntung yang memiliki Playstation 3 dan XBOX 360, tidak ada masalah jika Anda membeli FF XIII-2 versi manapun yang Anda suka karena tidak ada perbedaan kualitas yang terlalu mencolok.

http://jagatplay.com/2011/12/news/final-fantasy-xiii-2-playstation-3-vs-xbox-360/

10 Karakter Game Pria Dengan Desain Paling Boyband


Dengan masuknya budaya Jepang dan Korea yang sangat gencar, Indonesia memang mengalami fenomena baru di sektor industri hiburan, khususnya musik. Tidak lagi lagi dihiasi dengan hanya para musisi dan band, kita mulai mengadopsi konsep “girlband/boyband/idol” yang memang lebih familiar di negara-negara Asia Timur. Tidak hanya sekedar menawarkan kemampuan vokal, konsep ini juga didesain untuk menjadikan visual dan gaya hidup sebagai nilai jual paling utama. Menariknya lagi, ia mulai berkembang menjadi sebuah tren yang diikuti oleh banyak remaja, terutama dari sisi penampilan.
Adaptasi budaya ini sendiri sebenarnya sudah terjadi di industri game cukup lama. Ada dua tren visual yang selalu membuat para developer jatuh pada konsep klise yang sama: menawarkan desain karakter wanita yang terlalu sensual atau menawarkan desain karakter pria yang terlihat terlalu ‘boyband’. Boyband di sini tentu saja tidak menyoroti kemampuan vokal atau menari setiap karakter game ini. Namun lebih cocok untuk mendeskripsikan desain yang biasanya terlalu feminim secara visual, atau karena pembawaan karakter yang justru terlihat lemah. Desain rambut menjadi salah satu elemen yang bisa dianggap sebagai indikator.
Menariknya lagi, sebagian besar dari karakter yang hadir dengan desain ini tumbuh dan berasal dari developer Jepang, yang memang sudah mengenyam konsep boyband dan idol untuk waktu yang cukup lama. Sementara game-game yang lahir dari developer Barat selalu mengusung desain yang justru mengekspos maskulinitas secara berlebihan. Otot, darah, karakter yang keras dan hadir tanpa ampun seolah bertolak belakang dengan apa yang selama ini berusaha dicitrakan oleh Jepang.
Lantas dari semua karakter game pria yang ada di industri game, karakter mana saja yang pantas yang pantas menyandang sebagai paling ‘boyband’?

10. Dante (Devil May Cry)

dante new
Okay..okay.. Sebelum kita berdebat mengapa Dante pantas untuk masuk ke dalam list yang satu ini, Capcom memang harus diakui menciptakan karakter dengan kepribadian yang terhitung kuat untuk sosok Demon Hunter yang satu ini. Maskulin dan tidak pernah mengenal rasa takut ketika harus berhadapan dengan segudang iblis yang menyebrang dari dunia yang lain. Namun walaupun demikian, ada sisi kepribadian lain dengan cita rasa ‘boyband’ yang kentara. Ia melemparkan aura flamboyan yang kentara dari setiap aksinya. Tidak hanya itu saja, potongan rambut, desain pakaian dan karakter secara keseluruhan juga menawarkan hal tersebut. Dante lama atau Dante baru yang lebih menghadirkan kesan tersebut? Itu akan menjadi perdebatan Anda.

9. K (King of Fighters)

k
Karakter yang satu ini sebenarnya tidak hanya memiliki nama dengan satu huruf saja. K yang sesungguhnya menyandang nama “Kei Dash” ini memang menajdi salah satu karakter baru KOF yang ikonik. Walaupun terlihat garang di arena dengan kemampuan bertarung jarak dekat yang memesona, K memperlihatkan desain yang sayangnya justru menawarkan pesona yang berkebalikan. Celana kulit ketat dengan bentuk tubuh proporsional yang ‘seksi’, cita rasa boyband K justru mengalir lebih kuat karena desain rambut yang ada. Menariknya lagi? Hampir semua wallpaper yang ada memperlihatkan pose yang membuat banyak developer dari Barat mengernyitkan dahi.

8. Hwoarang (Tekken)

hwoarang
Gerakan kaki yang cepat, Hwoarang bahkan sudah menjadi definisi karakter “boyband” jauh sebelum konsep ini dikenal oleh sebagian besar gamer di Indonesia. Berpenampilan menarik dengan rambut halus, visual ini sama sekali tidak menguatkan citranya sebagai salah satu petarung taekwondo terbaik di dunia. Seperti seorang aktor atau idol yang dipaksa untuk mengenakan pakaian bertarung dan bertempur di arena. Citra ini justru semakin kuat ketika membandingkannya dengan beberapa karakter pria lainnya di Tekken 3. Jin mungkin memiliki gaya rambut unik, namun desain plot yang ada mengubah identitasnya menjadi karakter yang kejam. Jika dibandingkan dengan Lee, Law, atau Paul, Hwoarang terlihat “manis”.

7. Raiden (Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty)

raiden
Raiden, perlahan namun pasti, tumbuh menjadi salah satu poros utama Metal Gear Solid sebagai sebuah franchise. Kehadiran awalnya di MGS 2 memang sempat menuai kecaman dan dilihat sebagai karakter spin-off yang tidak memiliki peran yang krusial. Namun salah satu yang sempat menjadi keluhan tentu saja desain yang ada. Setelah disuguhi dengan testosteron berlebih lewat desain karakter sekelas Ocelot, Raven, Liquid, dan Solid Snake sendiri di seri sebelumnya, Raiden justru terlihat lemah dan feminim. Kecil, kurus, berambut panjang, Raiden punya segudang kualitas untuk menjadi salah satu anggota boyband Jepang atau Korea.

6. Ky Kiske (Guilty Gear)

ky ksike
Desain karakter pria di anime memang diciptakan sebagai cowok “cantik” atau yang sering juga disebut bishonen, sehingga tidak mengherankan konsep serupa juga diterapkan di game-game yang memang menjadikan dua dimensi sebagai basis pengembangan. Guilty Gear adalah satu game fighting yang hadir dengan cita rasa tersebut. Ada begitu banyak karakter pria yang akan membuat Anda malu sebagai laki-laki, namun tidak sedikit juga karakter yang didesain dengan potongan ala boyband yang kentara. Salah satu yang paling cocok untuk masuk ke dalam list yang satu ini? Tidak lain dan tidak bukan, Ky Kiske. Desainnya masih terhitung normal untuk masuk ke dalam kategori pria, namun tidak dengan karakter yang ia tawarkan.

5. Edge Maverick (Star Ocean IV)

edge
Apakah Anda termasuk gamer yang merindukan kembalinya Star Ocean sebagai salah satu franchise JRPG klasik terbaik? Kami juga. Namun memang harus diakui, franchise andalan Tri-Ace yang satu ini memang selalu menghadirkan desain karakter utama pria dengan cita rasa boyband yang kental. Puncaknya? Pada si seri terakhir di Playstation 3 dan Xbox 360 – Star Ocean: The Last Hope. Seri yang diposisikan sebagai prekuel dan akar dari perjalanan angkasa Star Ocean ini menawarkan desain karakter utama pria bernama Edge Maverick yang sama sekali tidak terlihat seperti seorang petarung. Kecil, feminim, berambut kuning, dan “manis”, ia lebih cocok menjadi idol dan bergabung dalam boyband daripada menjelajahi angkasa luas.

4. Hope Estheim (Final Fantasy XIII)

hope
Final Fantasy adalah gudang dari semua karakter pria dengan cita rasa feminim dan boyband, tidak ada bisa menyangkal hal tersebut. Potongan rambut unik dengan pakaian yang benar-benar tidak memperlihatkan sosok seorang pahlawan sama sekali menjadi pemandangan umum yang biasa terjadi di franchise ini. Namun kehadiran Hope Estheim di Final Fantasy XIII seolah kian memperparah hal tersebut. Suara yang lembut, perawakan tubuh yang kecil, halus, tidak menyukai konfrontasi, potongan rambut penuh gaya, dan peran yang tidak terlalu signifikan di seri pertama membuat Hope lebih cocok ditawarkan sebagai karakter wanita.

3. Ishida Mitsunari (Sengoku Basara 3)

ishida
Bertarung dengan ribuan pasukan musuh dan iblis ternyata tidak akan membuat Anda peduli hanya pada nyawa, tetapi juga penampilan. Prinsip inilah yang tampaknya diusung oleh salah satu karakter ikonik dari Sengoku Basara 3 – Ishida Mitsunari. Tidak ada alasan yang kuat untuk tidak memasukkan karakter ini ke dalam list, apalagi dengan potongan rambut dan karakter yang diusung oleh Mitsunari ini. Jadi ingat, sebelum Anda bertarung dengan ribuan ancaman yang siap untuk membunuh Anda kapan saja, pastikan terlebih dahulu rambut Anda tertata rapi dan menghadap posisi yang sama. Petarung? Super model tepatnya!


2. Calintz Jerevinan (Magna Carta)


calintz
Gagal di semua aspek, ini mungkin kalimat terbaik untuk menggambarkan keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh seri pertama Magna Carta. Bagaimana tidak? Plot yang tidak menggugah dan mekanik gameplay yang terasa sangat lambat sebagai sebuah game JRPG akhirnya membuat banyak gamer angkat tangan dan menyerah. Namun perhatian terbesar ada pada desain sang karakter utama – Calintz Jerevinan. Lupakan dahulu karakter dan dialog datar yang meluncur darinya, semua kesan desain boyband mengalir kuat dari karakter ini. Desain rambut yang seolah dicaplok dari kumpulan idol dan desain pakaian yang terkesan “norak” melemparkan Calintz ke posisi kedua list kami.

1. Vaan (Final Fantasy XII)

vaan
Dan karakter dengan desain paling boyband di keseluruhan industri game, tidak lain dan tidak bukan, jatuh pada Vaan – tokoh protagonis pria dari Final Fantasy XII. Walaupun menghiasi sebagian besar wallpaper dan trailer pengenalan seri ini di masa lalu, eksistensi Vaan bahkan memancing kontroversi. Perannya yang tidak terlalu signifikan membuat banyak gamer yang justru melihat Balthier lebih cocok sebagai karakter utama. Cowok “cantik” adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan sosok Vaan itu sendiri. Potongan rambut indah, perawakan halus, suara yang lembut, dan pakaian super seksi yang tidak mungkin kita gunakan di dunia nyata, Vaan adalah epitome dari karakter boyband cowok. Yang ia butuhkan hanyalah sedikit latihan dan menari, dan kita akan mendapatkan karakter yang tidak akan pernah ingin kita temui lagi.
Di atas adalah 10 karakter game pria yang menurut kami, mewakili desain boyband yang kentara. Sebagian darinya terlihat dari sekedar desain visual, namun tidak sedikit juga yang diperkuat lewat karakter yang mungkin bertolak belakang dengan persepsi kepribadian yang seharusnya disandang oleh pria. Menariknya, semua hal ini akan sulit Anda temukan di game-game buatan developer Barat. Preferensi fans dan kecocokan dengan tema yang diusung menjadi perhatian utama tentunya bagi masing-masing developer dari dua kubu besar ini, untuk tetap mempertahankan gaya desain karakter masing-masing.
http://jagatplay.com/2013/10/news/10-karakter-game-pria-dengan-desain-paling-boyband/